Zat Yang Memancarkan Radiasi Secara Spontan Dan Bermuatan Negatif Disebut - Indonexa

Search Suggest

Zat Yang Memancarkan Radiasi Secara Spontan Dan Bermuatan Negatif Disebut

Zat yang memancarkan radiasi secara spontan dan bermuatan negatif disebut ‘partikel beta.’ Partikel beta adalah salah satu jenis radiasi ionisasi yang dihasilkan oleh inti atom. Dalam inti atom, terdapat proton dan neutron yang terikat bersama. Ketika terjadi perubahan dalam inti atom, seperti peluruhan radioaktif, partikel beta dapat dilepaskan.

Partikel beta terdiri dari elektron (e-) atau positron (e+). Elektron adalah partikel subatomik dengan muatan negatif, sedangkan positron adalah partikel yang memiliki muatan positif dan massa yang sama dengan elektron. Namun, ketika kita membahas partikel beta dalam konteks yang memancarkan radiasi secara spontan dan bermuatan negatif, maka yang dimaksud adalah elektron.

Proses emisi partikel beta terjadi ketika neutron dalam inti atom mengalami transformasi menjadi proton. Dalam proses ini, neutron mengalami peluruhan menjadi proton dengan melepaskan partikel beta, yaitu elektron. Elektron yang dilepaskan memiliki energi kinetik tinggi dan bermuatan negatif. Setelah dilepaskan, partikel beta dapat bergerak dengan kecepatan yang bervariasi, tergantung pada energi yang dimilikinya.

Kecepatan partikel beta dapat mencapai sekitar sepertiga kecepatan cahaya (kecepatan maksimumnya tergantung pada energi yang dilepaskan). Karena partikel beta memiliki muatan negatif, mereka dapat berinteraksi dengan materi sekitarnya melalui gaya elektromagnetik. Partikel beta dapat berinteraksi dengan atom dalam materi, menyebabkan ionisasi dan merusak ikatan kimia.

Partikel beta memiliki kemampuan penetrasi yang berbeda-beda, tergantung pada energi kinetiknya. Partikel beta dengan energi yang rendah dapat dengan mudah diserap oleh materi, seperti lembaran kertas atau lapisan kulit manusia. Namun, partikel beta dengan energi yang lebih tinggi dapat memiliki daya penetrasi yang lebih besar dan dapat menembus bahan-bahan yang lebih tebal, seperti logam.

Radiasi partikel beta dapat berdampak pada manusia dan lingkungan. Paparan yang berlebihan terhadap partikel beta dapat merusak sel-sel tubuh, memicu mutasi genetik, dan meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, penting untuk melindungi diri kita dari paparan radiasi yang berlebihan dan mengikuti langkah-langkah keselamatan yang direkomendasikan.

Dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, partikel beta digunakan dalam berbagai aplikasi. Misalnya, dalam bidang medis, partikel beta digunakan dalam terapi radiasi untuk pengobatan kanker. Dalam fisika nuklir, partikel beta digunakan dalam penelitian tentang struktur inti atom dan dinamika reaksi nuklir.

partikel beta adalah zat yang memancarkan radiasi secara spontan dan bermuatan negatif, yaitu elektron. Elektron ini dilepaskan ketika neutron dalam inti atom mengalami peluruhan menjadi proton. Partikel beta memiliki energi kinetik tinggi dan dapat bergerak dengan kecepatan yang bervariasi. Mereka memiliki kemampuan penetrasi yang bergantung pada energi kinetiknya. Partikel beta dapat berinteraksi dengan materi, menyebabkan ionisasi dan merusak ikatan kimia. Penting untuk melindungi diri kita dari paparan radiasi partikel beta yang berlebihan dan mengikuti langkah-langkah keselamatan yang tepat.