Yang Tidak Termasuk Pijakan Perkembangan Ilmu Politik Di Amerika Serikat - Indonexa

Search Suggest

Yang Tidak Termasuk Pijakan Perkembangan Ilmu Politik Di Amerika Serikat

Pijakan Perkembangan Ilmu Politik di Amerika Serikat: Hal-Hal yang Tidak Termasuk dalam Sejarah Disiplin ini

Ilmu Politik adalah disiplin ilmu yang mempelajari fenomena politik, termasuk sistem pemerintahan, kebijakan publik, peran aktor politik, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Di Amerika Serikat, ilmu politik telah berkembang pesat sejak berdirinya negara ini. Namun, ada beberapa hal yang tidak termasuk dalam pijakan perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Artikel ini akan membahas beberapa aspek yang tidak termasuk dalam sejarah disiplin ilmu politik di Amerika Serikat.

1. Kontribusi dari Ilmuwan Sosial Non-Belanda

Pada awal abad ke-20, sebagian besar pemimpin dalam perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat adalah imigran dari Belanda yang berasal dari kelompok etnis Protestan yang kaya dan berpendidikan tinggi. Mereka membentuk cikal bakal disiplin ini dengan fokus pada teori-teori konstitusi dan hukum. Namun, kontribusi dari ilmuwan sosial non-Belanda, seperti W.E.B. Du Bois, yang merupakan ahli sosiologi, ekonomi, dan sejarah, jarang diberikan pengakuan pada saat itu. Padahal, pemikiran Du Bois tentang ras dan politik sangat relevan dan berharga dalam memahami realitas sosial dan politik Amerika Serikat.

2. Peran Perempuan dalam Perkembangan Ilmu Politik

Seiring dengan dominasi laki-laki di dunia akademis pada masa lalu, peran perempuan dalam perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat seringkali diabaikan atau dianggap kurang penting. Padahal, ada banyak perempuan yang telah berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan disiplin ini, baik sebagai akademisi, peneliti, atau pemikir politik. Contohnya adalah Jane Addams, seorang aktivis sosial dan penerima Nobel Perdamaian pertama dari Amerika Serikat, yang telah mengadvokasi masalah sosial dan politik, termasuk hak perempuan dan perdamaian internasional.

3. Dampak Kolonialisme dan Imperialisme

Perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat seringkali dipandang sebagai fenomena internal, tanpa mempertimbangkan dampak kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh negara ini terhadap negara lain. Fokus pada teori dan praktik politik di dalam negeri sering kali mengabaikan peran Amerika Serikat dalam politik global dan interaksi dengan negara-negara lain.

4. Pemikiran Kritis tentang Kekuasaan dan Kapitalisme

Ilmu politik di Amerika Serikat seringkali diwarnai oleh pandangan pro-kekuasaan dan pro-kapitalisme, dengan minimnya pemikiran kritis terhadap struktur kekuasaan yang mendasari masyarakat dan dampaknya terhadap kelompok yang kurang beruntung. Perdebatan tentang kritik terhadap sistem kapitalisme atau ketidakadilan sosial mungkin tidak selalu diakomodasi dengan baik dalam kurikulum akademik.

5. Perspektif Global

Sejarah ilmu politik di Amerika Serikat seringkali fokus pada masalah dalam negeri, dengan sedikit perhatian pada perspektif global atau masalah politik di luar Amerika Serikat. Pemahaman tentang hubungan internasional, politik global, dan isu-isu global mungkin tidak diberikan cukup perhatian yang seharusnya dalam pembelajaran ilmu politik di Amerika Serikat.

Ilmu politik di Amerika Serikat telah mengalami perkembangan pesat sejak berdirinya negara ini. Namun, ada beberapa hal yang tidak termasuk dalam sejarah disiplin ini, seperti kontribusi dari ilmuwan sosial non-Belanda, peran perempuan dalam perkembangan ilmu politik, dampak kolonialisme dan imperialisme, pemikiran kritis tentang kekuasaan dan kapitalisme, serta perspektif global. Mengakui dan memahami aspek-aspek yang tidak termasuk dalam pijakan perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat dapat membantu memperkaya pandangan kita tentang disiplin ini dan mempromosikan inklusivitas dan keragaman pemikiran dalam pembelajaran ilmu politik.