Yang Termasuk Negara Penganut Sistem Ekonomi Komando Atau Terpusat Adalah - Indonexa

Search Suggest

Yang Termasuk Negara Penganut Sistem Ekonomi Komando Atau Terpusat Adalah

Sistem ekonomi komando, juga dikenal sebagai sistem ekonomi terpusat, adalah suatu sistem di mana pemerintah memiliki kendali penuh atas pengaturan ekonomi suatu negara. Dalam sistem ini, keputusan terkait produksi, alokasi sumber daya, dan distribusi barang dan jasa diambil oleh pemerintah pusat. Beberapa negara yang masih menganut sistem ekonomi komando hingga saat ini antara lain Korea Utara, Kuba, dan Republik Rakyat Tiongkok.

Salah satu contoh negara yang menganut sistem ekonomi komando adalah Korea Utara. Negara ini dikenal dengan kepemimpinan otoriter dan kontrol yang ketat dari pemerintah terhadap seluruh aspek kehidupan, termasuk ekonomi. Pemerintah Korea Utara memiliki kendali mutlak atas sektor industri, pertanian, dan distribusi sumber daya. Seluruh perusahaan dan lembaga ekonomi di negara ini dimiliki dan dioperasikan oleh negara atau Partai Pekerja Korea.

Keputusan ekonomi utama, seperti alokasi sumber daya, investasi, dan harga, ditentukan oleh pemerintah. Pemerintah juga membatasi hubungan ekonomi dengan negara lain, sehingga membatasi akses terhadap pasar internasional dan investasi asing. Tujuan utama dari sistem ekonomi komando di Korea Utara adalah mencapai kemandirian ekonomi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, Cina juga merupakan contoh negara penganut sistem ekonomi komando. Meskipun Cina telah mengalami reformasi ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah masih memiliki peran yang kuat dalam mengatur ekonomi negara ini. Pemerintah Cina memegang kendali atas sektor-sektor strategis seperti energi, keuangan, telekomunikasi, dan industri pertahanan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Cina telah melonggarkan beberapa kendali pemerintah dan memberikan lebih banyak kebebasan kepada sektor swasta dan pasar bebas. Reformasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Cina telah menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan telah membawa jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Cina juga menggunakan kebijakan ekonomi yang disebut ‘sosialisme pasar,’ yang menggabungkan elemen-elemen dari sistem ekonomi komando dengan pasar bebas. Meskipun masih ada campuran antara kontrol pemerintah dan kebebasan pasar di Cina, negara ini dapat dikategorikan sebagai salah satu penganut sistem ekonomi komando.

Secara umum, sistem ekonomi komando memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya termasuk kontrol yang lebih besar atas ekonomi, kemampuan untuk mengarahkan sumber daya negara ke sektor-sektor strategis, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih merata. Namun, kelemahan dari sistem ini adalah kurangnya insentif bagi inovasi, rendahnya efisiensi, dan kurangnya fleksibilitas pasar.

Meskipun sistem ekonomi komando masih dipraktikkan oleh beberapa negara, trend global saat ini cenderung menuju sistem ekonomi campuran, di mana ada kombinasi antara kontrol pemerintah dan kebebasan pasar. Negara-negara ini mengakui pentingnya pasar bebas dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi, namun juga memiliki peran pemerintah dalam melindungi kepentingan publik dan mengatasi ketimpangan sosial.

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak negara yang dulunya menganut sistem ekonomi komando telah melakukan reformasi ekonomi untuk memperkenalkan elemen pasar bebas dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Hal ini terjadi karena pengakuan bahwa sistem ekonomi komando memiliki keterbatasan dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan inovasi.

Dalam era globalisasi dan keterbukaan pasar internasional, negara-negara cenderung melihat manfaat dari integrasi dengan ekonomi global dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kendali pemerintah yang terlalu kuat atas sektor ekonomi. Meskipun sistem ekonomi komando masih ada, dampak globalisasi dan dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan telah mendorong perubahan menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berdasarkan prinsip pasar.

Dalam sistem ekonomi komando atau terpusat masih dianut oleh beberapa negara seperti Korea Utara, Kuba, dan Cina. Meskipun sistem ini memiliki kelebihan dan kelemahan, trend global saat ini cenderung menuju sistem ekonomi campuran yang menggabungkan kontrol pemerintah dengan kebebasan pasar. Reformasi ekonomi dan dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan telah mendorong perubahan dalam sistem ekonomi negara-negara yang dulunya menganut sistem ekonomi komando.