Upacara Mempersembahkan Sesajen Ke Kawah Gunung Bromo Disebut - Indonexa

Search Suggest

Upacara Mempersembahkan Sesajen Ke Kawah Gunung Bromo Disebut

Upacara Sesajen di Kawah Gunung Bromo: Mempersembahkan Penghormatan pada Keajaiban Alam

Kawah Gunung Bromo, yang terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Indonesia, adalah salah satu destinasi wisata alam paling populer dan menakjubkan di dunia. Ribuan wisatawan dari berbagai penjuru datang setiap tahun untuk menyaksikan pemandangan indah matahari terbit di atas kawah yang mengeluarkan asap beracun. Namun, di balik pesonanya yang memukau, Gunung Bromo juga memiliki makna spiritual dan keagamaan bagi masyarakat lokal Tengger.

Upacara mempersembahkan sesajen di Kawah Gunung Bromo disebut ‘Kasada’. Kasada adalah salah satu upacara agama yang paling penting bagi suku Tengger, yang diadakan setiap tahun pada bulan purnama ke-14 atau ke-15 dalam kalender Tengger. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan dan permohonan berkat kepada Tuhan Sang Hyang Widhi, serta roh-roh leluhur yang diyakini tinggal di Gunung Bromo.

Sejarah Kasada bermula dari legenda kuno tentang Raja Majapahit bernama Roro Anteng dan Joko Seger yang membangun kerajaan di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Pasangan suami istri tersebut tidak memiliki keturunan hingga akhirnya mereka memohon pada Tuhan agar diberikan keturunan. Dalam mimpi, mereka diberi petunjuk untuk mengorbankan anak pertama mereka sebagai sesajen di kawah Bromo. Dengan rasa taat dan pengorbanan, Roro Anteng dan Joko Seger menuruti petunjuk itu. Anak pertama mereka, Tengger, dijadikan sesajen dan dilemparkan ke dalam kawah Bromo.

Upacara Kasada dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya masyarakat Tengger di pelataran tempat peribadatan di kaki Gunung Bromo. Pemuka agama dan sesepuh adat memimpin doa dan ritual sesajen, yang terdiri dari berbagai macam makanan dan bahan-bahan alami seperti nasi, sayur, buah-buahan, dan bunga. Semua sesajen itu akan diarak menuju puncak Gunung Bromo.

Setelah doa dan upacara selesai, masyarakat Tengger dan para wisatawan berkumpul di tepi kawah untuk menyaksikan acara unik yang dinamakan ‘berkat tanah’. Beberapa pria pemberani dari komunitas Tengger turun ke kawah yang mengeluarkan asap beracun untuk mengambil beberapa sesajen sebagai simbol kesuburan dan keberkahan. Meskipun ini merupakan tindakan berbahaya, bagi mereka, ini adalah bentuk pengorbanan dan keberanian untuk memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan.

Kasada merupakan peristiwa unik yang menggabungkan unsur keagamaan, budaya, dan alam. Bagi masyarakat Tengger, ini adalah momen penting untuk mempersembahkan rasa syukur dan penghormatan pada Gunung Bromo dan keajaiban alam di sekitarnya. Upacara ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang tertarik dengan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia.

Namun, perlu diingat bahwa sebagai pengunjung, kita harus menghormati upacara tersebut dengan mematuhi aturan dan etika lokal, serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar Kawah Gunung Bromo. Kasada merupakan bentuk perpaduan antara kesakralan dan pesona alam, yang menjadikan Gunung Bromo sebagai salah satu tempat tujuan wisata spiritual dan alam yang tak terlupakan di Indonesia.